Buoneparte’s Weblog

July 7, 2008

Low Countries & France Campaign 10 May 1940 – WW II History

Filed under: Sejarah / History — buoneparte @ 2:56 pm

Sedikit sejarah Perang Dunia Ke-2 hasil ketikan Om Delly, The master of All History, hehehehehehehe…

If the tanks succeed, then victory follows.“, Guderian, 1937.
 
Ya……….akibat umpan lambung minggu kemarin bola sekarang ada di kotak penalti, awas diving dari para penyerang
Karena Operasi ini terlalu besar, dan sudah ada sedikit cerita di Belgia di imel minggu kemarin, maka utk Low Countries & France Campaign Mei 1940 akan dicoba lebih ringkas.
 
Sedikit mengenai WW1 dan dampak strateginya pd Jerman utk memulai WW2
 
Saat Jerman menyerang Eropa Barat tgl 3 Agustus 1914 digunakan strategi atau pola yg dikonsepkan oleh Jendral Schlieffen, pola operasi besarnya:
 
1) Tulang punggung serangan ada di pasukan inti, yaitu sayap kanan (Army Group North) Jerman melewati Low Countries.
 
2) Setelah sayap kanan menaklukan Low Countries dan tiba di perbatasan Prancis, Army Group North bersama-sama dgn Army Group Center & Army Group South akan menekan & menaklukan Prancis, dimana peran pasukan inti (Army Group North) akan melakukan flank attack utk mengurung bala tentara Prancis.
 
3) Serangan lanjutan tsb akan bersifat serentak & dpt menciptakan garis pertempuran yg memanjang dari Selat Channel di laut Atlantic sampai perbatasan Swiss.
Pola tempurnya di saat awal perang digunakan Cavalry sebagai Mobile Infantry utk merebut daerah2 strategis musuh, lantas dibuat parameter dan garis depan baru, setelah itu Infantry / pasukan induk menyusul, pergerakan secara frontal assault.
Memang sebulan awal serangan, Jerman (Army Group North) memperoleh kemajuan pesat sampai masuk ke utara Prancis, setelah itu mandek di Marne sekitar tgl 5 September 1914. Malah Inggris/Prancis melakukan counter attack sehingga Army Group North terpukul kembali ke Belgia pd tgl 14 September 1914.
Bulan2 berikutnya, kedua belah pihak bertarung dgn membuat parit2 pertahanan (dimulai oleh Prancis) mulai akhir 1914.
Saat akan melakukan serangan secara frontal assault / human wave, dilakukan terlebih dahulu Artillery Barrage / Bombardment yg dilakukan sampai berhari- hari ke garis pertahanan / parit musuh (dan lawanpun melakukan bombardment juga)…menjelang reda, para Battalion Commander biasanya menerima telpon atau melihat bendera smapur ke belakang lantas melirik jam…mengangguk pd para Company Commander dan…prrrriiiiiiit tttt….before that pray to God then scream: CHAAAAAAARRRRGE !!!! HUUUUURRRRAAAAAAA !!!!!…selanjutnya terserah anda…di No Man’s Land.
 
Human wave tsb akan diberondong oleh machinegun musuh…mungkin hanya sekitar 60% yg mencapai parit musuh utk hand to hand combat (serdadu Jerman doyannya pakai sekop yg diasah), biasanya serangan dpt dipukul balik…kembali ke parit sendiri…setelah itu re-group krn musuh akan melakukan Counter Attack dgn pola yg sama & dipukul balik juga…sampai dua2nya capek…heeehhhh. ..heeeeehhhh. .heeeehhhh. …
 
Hasil dari Schlieffen Plan ini yg kita tahu selama WW1 menghasilkan perang parit yg buntu di Front Barat: mulai dari Utara Prancis, Belgia sampai Swiss. Dimana masing2 pihak hanya dapat memperoleh kemajuan dgn menekan musuh rata2 18km, dan setelah itu ditekan kembali oleh musuh sampai ke titik awal mereka menyerang… balik lagi ke parit sendiri deh…home sweet home…
 
Front Timur lebih gila lagi, krn begitu mudahnya Jerman atau Austro/Hongaria mengalahkan Rusia dlm berbagai pertempuran, contohnya di Tannenberg, korban Rusia 125.000 tewas & 90.000 tertawan, Jerman hanya 15.000 tewas. Rusia lebih kebanyakan serdadu daripada senapannya, malah mereka melakukan human wave dimana serdadunya lebih banyak membawa dahan pohon atau tongkat kayu atau…pokoknya lari kedepan tanpa membawa apapun. Salah satu penyebab kesuksesan Revolusi Bolshevik (1917) adalah ini, para serdadu berpikir & berontak…emang gua umpan peluru??
Ada catatan yg mengatakan bahwa serdadu2 Jerman di front timur suka melakukan taruhan…utk jarak terdekat sampai ke parit mereka yg dpt dilakukan serdadu Rusia…krn mereka maju/lari menyongsong kedepan & mayoritas disapu bersih.
 
Ada juga cerita yg mengharukan, ketika perang parit baru dimulai yaitu saat Natal tgl 25 Desember 1914 sore hari di sektor Ypres, serdadu2 Inggris mendengar & melihat serdadu2 Jerman pd berisik melakukan Natalan…setiap 100meter di parit pertahanannya dipasang pohon Natal dan mereka nyanyi2 lagu rohani, entah bagaimana serdadu2 Jerman keluar parit unarmed berjalan to the midlle of No Man’s Land sambil manggil2 serdadu Inggris utk keluar.
Serdadu2 Inggris keluar unarmed juga, lantas mereka bersalaman & ada yg berpelukan…tukar2an rokok atau barang lainnya…main sepak bola dan berfoto bersama…
 
Atas kejadian ini, setiap Natal di sektor Inggris/Jerman yg saling berhadapan, selalu ada unofficial cease-fire selama WW1, sedangkan serdadu2 Prancis & Belgia tdk sudi melakukan itu.
Salah satu kebuntuan WW1 karena belum adanya inovasi strategi utk meredam machinegun, mengkoordinasikan pola2 serangan menjadi lebih kecil tapi efektif, kombinasi dgn pesawat2 kanvas waktu itu dsbnya.
Ada sedikit kemajuan yg diterapkan Jerman yaitu Stosstruppe (cikal bakal Waffen-SS…hehehehe. ..sebentar. .pasang dupa dulu…sambil soja 72 kali lebih banyak dari Mas Ony ke 4 penjuru angin) pasukan elit yg dibentuk mulai 1916, bergerak dgn unit yg lebih kecil, cepat, sedikit senyap & menerobos titik2 strategis dgn tipuan barrage di sektor lain, maju sampai jauh ke belakang garis musuh dgn target2 tertentu.
 
Memang tank telah dibuat & dipakai oleh: Inggris dgn Mark Male & Female, Jerman dgn A7V, Prancis dgn Saint Chamond, Rusia dgn apa ya…lupa??
Di medan tempur Third Battle of Ypres mulai 31 Juli 1917 sampai 20 November 1917 dgn 13 hari bombardment, ada sedikit pula kemajuan yg dilakukan oleh Inggris, yaitu melakukan serangan bersama (bukan terpadu & terkoordinasi) Tank & Infantry, sayang… sekitar 250 tank-nya berjalan sendirian… infantry- nya ketinggalan & tidak tercover, tanahnya berlumpur… akibatnya tank & infantry yg menyerang begitu mudah dipisah & dihancurkan Jerman, korban saat Operasi ini dikatakan terbesar kedua (setelah Operation Michael yg dilakukan Jerman awal 1918) selama Operasi Militer yg pernah dilakukan pd WW1 yaitu:
- Inggris 310.000
- Prancis 85.000
- Jerman 260.000
Hasil yg dicapai dari operasi ini, Inggris/Prancis memperoleh kemajuan (dpt garis depan baru) sejauh 8 km direbut dari Jerman…cekcekcek. .sebanding tdk ya dgn korbannya??
 
Masih belum puas Inggris…mungkin mereka berpikir bisa diperbaiki lagi polanya dgn tank…dicoba lagi pd Battle of Cambrai mulai 20 November 1917 sampai 5 Desember 1917, tank-nya ditambah pula menjadi 476 buah, hasilnya cukup memuaskan dapat garis depan baru sejauh 12km dgn korban masing2 sekitar 40.000 serdadu…setelah itu kapok, karena 80% tank-nya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
 
Tercatat Tank Battle pertama selama WW1 terjadi di Cambrai, dimana 11 Mark Inggris bertemu dgn 6 A7V Jerman, hasilnya 3:0 utk Jerman, namun ketauan bahwa A7V memiliki kelemahan krn tdk mahir cross country….gengsi kali krn becek.
 
Nah…setelah WW1, Jerman mengambil dari pola pelajaran Inggris tsb dan mulailah dibentuk unit Panzergrenadier yg tdk bisa dipisahkan dari Panzer unit (kaya’ ikan2 kecil di mulut hiu yg menggerogoti makanan yg tercecer), lantas dibuat Schutzenpanzerwagen atau Hanomag atau sejenisnya (habis…tipenya banyak banget) utk Mechanized/Motorize d Infantry unit yg bergerak di belakang Panzer unit utk melakukan punch….lima jari jadi tinju.
 
Konsep dari BLITZKRIEG (Perang Kilat)
 
1) Luftwaffe (terutama Stuka Dive Bomber) menyerang garis depan, garis belakang (terutama posisi artillery berat), jalan2 utama, lapangan terbang dan pusat komunikasi musuh.
Kalau dikonsepkan juga, Fallschirmjäger diterjunkan di garis belakang utk merebut posisi2 penting seperti: lapangan terbang, jembatan, persimpangan jalan dll.
Saat bersamaan dilakukan pula Artillery Barrage, setelah itu Infantry menyerang garis depan atau posisi2 musuh pd tempat yg ditargetkan dan melakukan kontak (biar pd sibuk ‘tu soldat musuh). Ini utk mencegah & mengelabui agar musuh tdk dpt mengetahui dimana pasukan inti atau kekuatan utama akan menyerang dan akan kesulitan membuat *defense lines* berikutnya.
 
2) Mengkonsentrasikan unit2 Panzer utk menembus garis pertahanan (pd posisi2 tertentu) dan manuver sampai jauh ke dalam daerah musuh, yang akan diikuti oleh unit2 Mechanized/Motorized Infantry dan melakukan kontak dgn musuh, mencegah mereka mundur utk membuat *new effective defence lines*.
 
3) Infantry dan unit2 support yg lain menyerang sayap musuh, utk menyambung garis serangan dgn unit2 penyerang yg lain…biasanya dibuatkan perimeter2 dari anti tank gun, heavy machinegun dll…meneruskan kontak sambil mengepung musuh dan merebut daerah2 strategis.
 
4) Mechanized/Motorize d Infantry unit selanjutnya sebagai ujung tombak terus menusuk ke dalam daerah musuh, *outflanking* posisi2nya dan membuat lumpuh garis belakang, menghadang musuh yg mundur utk mencegah mereka membuat *new effective defence lines*.
 
5) Kekuatan utama/pasukan inti bertemu dgn unit2 yg lain, menjepit, mengepung, mengisolasi & menyelesaikan pekerjaan.
Kalau masih kurang mudeng…saya istilahkan seperti capitnya Kakaktua…atau istilah dusunnya yg disuka mereka SichelschnittScythe-cut…atau istilah favoritnya Jendral Heinz Guderian: Klotzen, nich KleckernSlug ‘em, don’t scatter ‘em.
 
Sedikit info mengenai Battlegroup / unit2 tempur (biasanya pd masa itu):
- Army Group (minimal 3 Army).
- Army (minimal 3 Corps).
- Corps (minimal 3 Division).
- Division (minimal 3 Brigade), saat itu sekitar 15.000 – 20.000 serdadu, kalau Panzer Division berikut Panzergrenadier, Motorized/Mechanized Infantry unit & unit2 supportnya.
- Brigade (minimal 3 Regiment), juga dgn unit2 support-nya.
- Regiment (minimal 3 Battalion), juga dgn unit2 support-nya.
- Battalion (minimal 3 Company), juga dgn unit2 support-nya.
- Company
- Platoon
- Squad
 
Drama sebelum penyerangan Jerman atas Low Countries & Prancis
 
Rencana penyerangan ke Low Countries (Belanda, Belgia & Luksemberg) & Prancis yg diinginkan oleh Oberkommando der Wehrmacht (OKW) adalah tetap dgn pola lama, yaitu serangan Schlieffen.. .kaga’ kapok juga??
Pucuk pimpinan OKW yaitu Jendral Walter von Brauchitsch & Jendral Franz Halder yakin bahwa pola serangan itu wajib diulang, plan terbaik & tidak ada pilihan lain, sedangkan Hitler kuatir bila ini dilakukan lagi, keadaan WW1 akan terulang kembali. Hitler meminta para Jendralnya terutama yg lebih muda utk melakukan analisa & revisi thdp Schlieffen Plan mengingat teknologi senjata akhir 30′an telah mengalami banyak pembaruan bila dibandingkan WW1.
 
Suatu hari bulan November 1939, Jendral Erich von Manstein (…nulis sambil soja 36 kali ke 8 penjuru angin…hehehe. ..) yg dijuluki:
- “the Allies’ most formidale military opponent” oleh Capt. Liddell Hart dlm bukunya: the Other Side of the Hill.
- “the foremost military intelect of Nazi Germany” oleh Martin Windrow & Francis K. Mason dlm bukunya the World’s Greatest Military Leaders.
 
Manstein seorang Kepala Staff dari Jendral Gerd von Rundstedt (Komandan Army Group A) minta masukan ke ahli panzer Jerman yaitu Jendral Heinz Guderian (Komandan Panzer Korps Army Group A)…kawan… bisa ngga nyerang Prancis lewat hutan, bukit2 Ardennes melewati sungai Meuse dan menuju Sedan??
 
Guderian menjawab…IT- BIS-DI-AT (itu bisa di atur)…asal dikasih cukup Panzer Division & Motorized Infantry Division.
Berdasarkan it-bis-di-at dgn tambahan perhitungan & analisanya, Manstein menulis memorandum atas Schlieffen Plan yg juga disetujui oleh Von Rundstedt dan meneruskan surat tsb ke pucuk OKW, isinya:
 
1) Tulang punggung serangan ke Eropa Barat seharusnya bukan sayap kanan (Army Group B), tetapi tengah (Army Group A) yg terdiri dari Panzer Division & Motorized Infantry Division.
 
2) Sayap kanan (Army Group B) hanya sebagai serangan pancingan (diversionary attack) yg dibuat ramai, gaduh & menyolok.
 
3) Army Group A berdasarkan pertimbangan waktu yg tepat akan melakukan terjangan ke arah Sedan melalui Ardennes, & mengisolasi musuh sampai ke Selat Channel.
 
4) Sedangkan sayap kiri (Army Group C) sebagai pajangan di Siegfried Line yg saling berhadapan dgn kekuatan Prancis di Maginot Line.
************ ********* ********* ****
Kalau Rekan2 ingat tulisan saya mengenai Jayakatwang (Kediri) yg menyerang Kertanegara (Singosari) dgn dua pasukan, dimana pasukan pertama dibuat menyolok, berisik pakai genderang perang tapi mengelabui.. .karena pasukan inti & terbaiknya yaitu pasukan kedua memutar ke belakang Singosari kaga berisik…senyap. ..naaaaahhhh. …Uncle Manstein ini pasti belajar dari Jayakatwang atau pernah belajar Sejarah Indonesia.
Sebab usulannya utk menyerang Low Countries & France…sama. ..yaitu Army Group B dibikin berisik menyolok utk mengelabui.. .tetapi pasukan intinya ada di Army Group A yg diam2 menerobos hutan, nyebrang sungai, menusuk garis tengah Prancis dan mengisolasi pasukan terbaik Inggris/Prancis di Belgia & Prancis Utara.
************ ********* ********* *****
 
Kurang jelas apakah surat memorandum dari Manstein yg disetujui Rundstedt tsb ditanggapi oleh OKW dan diteruskan ke Hitler atau tidak, yg jelas OKW tetap percaya pd pola serangan asli dari Schlieffen Plan.
 
9 Januari 1940 saat cuaca buruk, terjadi kecelakaan pesawat pengintai Messerschmitt Taifun di Mechelen-sur- Meuse, Belgia, yg diawaki oleh Major Erich Hoenmanns dgn penumpang Major Helmuth Reinberger yg membawa dokumen penyerangan Jerman atas Low Countries & Prancis yg akan dilaksanakan tanggal 17 Januari 1940.
Belgia percaya atas rencana tsb…itu dokumen asli menurut mereka…dimana mereka menyiapkan serdadu2nya secara khusus…siaga satu…tetapi Prancis & Inggris tidak terlalu yakin dgn keabsahan dokumen tsb, namun tetap juga mereka menaruh serdadu2nya di sepanjang perbatasan Prancis/Belgia & Maginot Line (perbatasan Prancis/Jerman) .
Dengan kecelakaan pesawat tsb (mungkin kecelakaan tsb memang disengaja, salah satu strategi Hitler utk menciptakan Psy War), Hitler kembali meminta saran perbaikan atas Schliefflen Plan sesuai dgn era perang modern.
 
Tgl 17 Februari 1940 saat Hitler melakukan jamuan makan malam atas diangkatnya 5 Komandan Corps baru (salah satunya Manstein), Hitler mengajak Manstein berbicara empat mata di ruang kerjanya (kalau dilihat rentang jabatan antara Hitler dgn Manstein…. ada 4 rentang jabatan yg dilewati) utk menanggapi rencananya menyerang Eropa Barat…pucuk di cinta ulampun tiba…begitu kali ya??
Manstein menjabarkan strateginya secara detail dan Hitler sangat puas & tertarik, lantas menyuruh OKW menerapkan usulan Manstein tsb. Walaupun OKW masih tdk percaya akan keberhasilan pola Manstein, OKW tetap menjalankan apa yg diperintahkan Hitler, jadi yg benar2 percaya akan keberhasilan Army Group A sbg tulang punggung serangan adalah: Hitler, Rundstedt, Manstein & Guderian.
 
Di Barat sendiri di kota2 besar seperti London, Brussel, Paris, Amsterdam dll setelah tgl 17 Januari 1940 tdk terjadi penyerangan Jerman, penduduk di kota2 tsb banyak termakan oleh isu2 yg mereka buat sendiri diantaranya:
 
- British Expeditionary Forces (BEF) di bawah komando Jendral Lord Gort yg berkekuatan 400.000 serdadu, 1 Tank Division (sekitar 160 tank) dan 474 pesawat tempur, akan pulang…tdk diperlukan lagi di Eropa daratan…krn perang telah usai.
 
- Hitler telah kehilangan momentum serangan ke Eropa Barat dan capek sendiri…akhirnya tdk akan menyerang.
 
- Hitler mengimpor 30.000 gorila dari Brazil utk dilatih menyerang Maginot Line.
 
- Perdamaian sedang diatur sehingga Inggris, Prancis & Jerman akan mengeroyok & menyerang Rusia.
 
- Rusia memiliki peralatan2 perang mutakhir seperti dlm cerita2 dongeng contohnya: bila pasukan payung Rusia akan mendarat di tempat yg tdk diinginkan, ada alat dipayung tsb yg bisa membuat payung tsb naik lagi utk mendarat di tempat yg dituju.
 
Dunia saat itu khususnya Eropa sangat menaruh harapan pd Prancis karena memiliki Angkatan Bersenjata kedua terbesar di dunia (setelah Rusia). Inipun didukung oleh pernyataan Perdana Mentri Prancis yg baru saat pelantikannya di bulan Maret 1940, Paul Reynaud: “We shall win, because we are strongest”.
 
Kekuatan Prancis (selain dibantu Inggris dgn BEF di atas):
- 105 Infantry Division.
- 25 Tank Division berkekuatan sekitar 4.000 tank.
- 1.000 pesawat tempur.
- Angkatan Laut yg kuat pula.
- dan tentu…Benteng2 Maginot sepanjang perbatasan Jerman/Prancis yg impregnable.
Maginot Line (supertrench) dari nama Mentri Pertahanan Prancis, Andre Maginot, yg dibangun mulai thn 1930 selama 7 tahun dgn biaya $200 juta saat itu. Garis pertahanan sepanjang 150km berikut ruang bawah tanah sedalam 70meter dgn rentang benteng2 (interval) setiap 5 sampai 9km.
 
Penyebaran Kekuatan Prancis di garis depan dgn Jerman:
1) 50 Division di Maginot Line…benar2 Static Warfare.
2) 10 Division di tengah (sekitar Sedan, hutan Ardennes).
3) 70 Division di Utara (perbatasan Belgia/Prancis) & ditambah serdadu BEF berkekuatan 400ribu serdadu.
Tank2nya di pencar sepanjang perbatasan & fungsinya sebagai Infantry Support yg kurang independen krn berada di bawah garis komando Infantry Corps.
 
Seluruh Kekuatan Jerman sebelum menyerang Eropa Barat:
- 95 Infantry Division (20 di antaranya Mechanized/Motorized Infantry Division) yg ada di dua front: Timur (Polandia dan perbatasan2 dgn Rusia) & Barat (perbatasan Belgia, Prancis, Belanda).
- 15 Panzer Division berkekuatan 2.800 panzer (hanya ada 278 Panzer IV Ausf. D dgn kaliber 75mm tapi masih short barreled).
- tetapi pesawat tempur & pembomnya lebih banyak ada 3.000.
 
Berarti ada 75 Infantry Division yg kebanyakan kita ngga tahu (sebab dikibulin terus oleh negara2 pemenang WW2 melalui media masa, pilem2 perang dari satu sisi & penuh heroisme) adalah Infantry Division yg masih naik sepeda atau jalan kaki, field artillery-nya masih ditarik kuda & supply distribution- nya juga mayoritas ditarik kuda.
Kebanyakan kita orang awam tahunya Jerman memiliki tank super & sangat banyak dgn peralatan2 modern bila dibandingkan dgn apa yg dimiliki Sekutu…padahal awal perang, tank-nya kecil2 dan hanya sekitar 2.800…itulah propaganda yg sangat ampuh sampai sekarang…hehehe
 
Jerman yg saat itu lebih berpikiran modern tentu tdk sudi dgn kekurangannya membenturkan kepala ke Maginot, cara lain yg dipakai yaitu Schlieffen Plan yg direvisi strateginya Manstein…soja lagi 33 kali ke 3 penjuru angin.
 
Di Front Barat yg menghadap ke Belgia, Belanda & Prancis sesuai dgn proposal Manstein perinciannya:
 
1) Front Belgia/Belanda Army Group B di bawah Jendral Fedor von Bock, 27 Infantry Division dan 3 Panzer Division.
 
2) Front hutan Ardennes Army Group A, 38 Infantry Division dan 7 Panzer Division.
 
3) Siegfried Line (yg menghadap ke Maginot Line) Army Group C, 19 Infantry Division.
 
Battle Plan Jerman
 
1) Pola serangan tdk menciptakan garis pertempuran yg memanjang, tapi dilakukan beberapa pukulan/terobosan yg jauh menekan & mengisolasi lawan.
 
2) Serangan dimulai pagi tgl 10 Mei 1940 yg dibuka oleh Fallschirmjäger ke Belgia & Belanda pd jam 05.30 a.m.
 
3) Luftwaffe (terutama Stuka Dive Bomber) akan menyerang posisi2 penting & daerah pertahanan yg akan diterobos kekuatan pendobrak dari darat.
 
4) Army Group B (30 Division di dalamnya ada 3 Panzer Division & 5 Motorized Infantry Division) menyerang Belanda & Belgia dibikin ramai…biar dikira pasukan inti…pakai pemboman udara, pasukan payung utk menarik perhatian Prancis/Inggris agar memindahkan pasukannya utk membantu Belgia/Belanda & menjauh dari Sedan/hutan Ardennes.
 
5) Pasukan inti yaitu Army Group A (45 Division di dalamnya ada 7 Panzer Division & 15 Motorized Infantry Division) pd saat yg tepat setelah Prancis/Inggris memindahkan pasukannya ke Belgia/Belanda akan menerobos hutan Ardennes, nyebrang sungai Meuse, bergerak cepat memotong, mengepung dan membelah dua pasukan Prancis/Inggris bersama-sama Army Group B lantas menghancurkannya.
 
6) Setelah itu, bergerak menuju Paris dan menghancurkan sisa2 kekuatan Prancis yg terisolasi di Maginot Line dibantu dgn Army Group C.
 
Battle Plan Prancis/Inggris
 
1) Begitu ada serangan di Low Countries (yg diperkirakan oleh mereka sbg pergerakan pasukan inti Jerman), mereka akan memindahkan 70 Division pasukannya ke Utara berikut kekuatan BEF, masuk ke Belgia dan menahan semua serangan2 Jerman…okeh. ..perang parit lagi!!
 
2) 50 Division di Maginot Line menunggu saja…aman. ..we are save…kan kita punya benteng super…impregnable …sini, ayo maju…gua beri lho!!
 
3) 10 Division di Sedan / Ardennes jaga2 saja…toh ngga mungkin mereka lewat sini, medan sulit kaya begini…mau nebang kayu atau mau camping?? mau berenang??
 
Hasilnya di Belanda
 
1) Fallschirmjäger diterjunkan di tempat2 seperti lapangan terbang dekat Den Haag, jembatan Ijssel di sungai Maas dan jembatan kereta api di Gennep yg lantas dipakai Jerman utk mengirim kereta api lapis baja yg mengangkut pasukan infantry dari Battalion 265 (4th Army) sampai 15km jauh ke belakang garis pertahanan Belanda.
 
2) Belanda mengira Jerman akan menerobos dgn Panzer Division-nya, maka utk menghambat kemungkinan gerakan tsb, tanggul2nya mereka hancurkan agar banjir terendam dari Roterdam sampai Amsterdam. Jerman sudah mengira ini akan dilakukan, mereka sudah menyiapkan pasukan perahu karet (kalo kita dulu pakai getek kali ya) dari Battalion2 Pioneer-nya.
 
3) Selain dihadapkan oleh pasukan modern lawan, Belanda dikalahkan oleh perang isu yg dibuat oleh rakyatnya sendiri…dasar tukang rumpi, seperti isu2 bahwa Fallschirmjäger terjun berpakaian pastor, tukang sayur, tukang daging, tukang pos dll, sumber air minum Belanda diracun. Sehingga serdadu2 Belanda pecah konsentrasinya selain sibuk di garis depan, juga sibuk berpatroli di perumahan penduduk, padahal itu semua cuman isu mereka sendiri…hehehe. ..kualat dari Indonesia gara2 pakai strategi devide at de impera (politik diadu sama domba).
 
4) Alhasil, Belanda hanya bertarung 4 hari, hari kelima (15 Mei 1940) menyerah, sebelum itu Ratu Wilhelmina kabur dari Den Haag pakai Destroyer Inggris.
 
Hasilnya di Belgia
 
1) Setelah jembatan2 utama dan benteng Eben Emael (pd imel pertama) dikuasai Fallschirmjäger, Belgia masih melakukan perlawanan sengit.
 
2) Selain sekitar 400 Fallschirmjäger yg diterjunkan di point 1), Jendral Kurt Student membuat satu inovasi lagi yaitu diterjunkannya di garis belakang Belgia boneka2 pasukan payung yg dilengkapi dgn fire-cracker, dimana petasan ini meletus ketika hampir menyentuh tanah, yg menambah kepanikan pasukan Belgia selain serangan Stuka Dive Bomber & sergapan Panzer Division dari 6th Army.
 
3) 10 Mei siang hari, Prancis/Inggris dgn semua kekuatannya di perbatasan (70 Division & BEF) maju dgn gagah berani ke medan tempur Belgia, sesuai dgn pengharapan Belgia (apalagi Jerman).
 
4) Bala tentara Belgia melalui Rajanya yaitu Leopold VI yg bertindak juga sbg Panglima Perang, akhirnya menyerah pd Jerman tgl 28 Mei 1940.
 
Hasilnya di Prancis
 
1) 10 Mei siang hari, Division2 terbaik Prancis & BEF mulai bergerak Utara, ke Belgia utk membantu…step aside junior…dan menahan serangan Army Group B.
 
2) Berusaha dgn segala kesenyapannya, diam2 mulai tgl 9 Mei malam, Pioneer2 Battalion Jerman dari Army Group A sudah bergerak ke hutan Ardennes utk membuka jalan, membersihkan ranjau utk selanjutnya membuat pontoon bridge di sungai Meuse.
 
3) Harap2 cemas Hitler & pertinggi militer Jerman lainnya mengamati pergerakan Prancis/Inggris ke Belgia…kesana ngga ya mereka? Setelah yakin barulah pasukan inti Army Group A dgn Panzer Division & Motorized Infantry Division-nya mulai menyebrangi sungai Meuse tgl 12 Mei, terjadi pertempuran yang..ya…bisa dibilang ngga seimbang…dimana posisi2 Artillery support Prancis di perbukitan di sebrang sungai di bereskan dulu oleh Stuka & pesawat pembom lainnya.
Saat Pioneer Battalion sedang membuat jembatan di sungai Meuse, Guderian tdk bisa tinggal diam, dia sendiri melakukan inspeksi dgn perahu karet & mendapati serdadu2nya penuh antusias, dan ada seorang LetKol muda menegur Guderian & ditulisnya dalam catatan hariannya:
“On the far bank of the river, I found the efficient and brave commander of the 1st Rifle Regiment, Lieutnant Colonel Balck, with his staff. He hailed me with the cheerful cry: Pleasure-boating on the Meuse is forbidden! I had in fact coined the phrase myself during the training we had for this operation, since the attitude of some of the younger officers had struck me as too light-hearted. I now realised that they had judged the situation correctly”.
 
4) 13 Mei Jerman dgn melaju kencang, telah mencapai kota Dinant & Sedan, pertahanan Prancis/Belgia telah bolong, ditambah lagi pd 14 Mei, saat RAF mencoba menyerang kolom2 panjang unit2 panzer…ditangkis oleh Anti Aircraft Gun-nya Jerman, pd tgl itu RAF telah kehilangan 268 pesawatnya dari 474 yg diperbantukan pd Prancis.
2 kali dilakukan serangan balik oleh Infantry Corps berikut Tank2 Division-nya Prancis yg dipimpin oleh Jendral De Gaulle, tapi ditangkis dgn mudah oleh perimeter2 Army Group A, sedangkan Panzer Corps-nya Guderian terus menggelinding utk memotong pasukan inti Prancis/Inggris.
 
5) 15 Mei jam 07.30 a.m., PM Prancis, Paul Reynaud menelpon PM Inggris, Winston Churchill yg baru menjadi PM Inggris: ” We have been defeated…we are beaten, we have lost the battle…our main forces are trapped”.
Keesokan harinya, Churchill sudah berada di Paris melakukan rapat dgn Reynaud & petinggi militer Prancis (Daladier & Gamelin), Churchill bertanya pd Gamelin: “Where is the strategic reserve?” dijawab singkat tapi padat dgn nada lemah: “None….”.
 
6) Guderian, sang komandan Panzer Corps Army Group A, menggerakan pasukannya amat cepat, panzer2-nya dipacu seperti F1…krn tgl 20 Mei sudah sampai di Arras & Abbeville… begitu banyak serdadu2 Prancis yg mau menyerah mendatangi serdadu2 Jerman cuma disuruh minggir, ada satu komandan Panzer unit yg sampai berucap: “Drop your rifles and get the hell out of here, we don’t have time to take you prisoner”.
 
Hitler senang taruhannya memecah dua pasukan telah terjawab krn lebih dari satu juta serdadu Prancis/Inggris terisolasi di Belgia, terima kasih Manstein, terima kasih Jayakatwang. ..loh??.. .Hitler-pun tdk lupa melakukan soja seperti Mas Ony ke 4 penjuru angin…
 
7) 23 Mei Bolougne & Calais ditepi Selat Channel takluk pd Jerman, dan tinggallah pasukan gemuk tapi tak berdaya Prancis/Inggris di sekitar Dunkirk menunggu evakuasi dari laut.
 
8) 24 Mei Hitler mengunjungi markas besar Army Group A di Charleville di Ardennes, dan bertemu dgn Rundstedt, dimana terjadi unsolved mistery (ada beberapa teori) sampai sekarang, krn Hitler menyuruh Panzer Corps-nya Guderian berhenti di Aa Canal yg berjarak hanya sekitar 18km dari Dunkirk…Guderian hanya bisa nge-gerutu.. .
 
9) Akibat keputusan tsb, 338.226 serdadu2 Inggris, Prancis, Belgia & Belanda dapat terevakuasi dari Dunkirk meninggalkan banyak sekali tank, kendaraan2 tempur, field artillery atau peralatan perang lainnnya, baru tgl 4 Juni pasukan2 dari Army Group B masuk ke Dunkirk.
 
10) Now…march to Paris!! Menggelindinglah serdadu2 dari Army Group A & B tanpa perlawanan berarti mulai 5 Juni, krn sekitar 1.200 tank yg tersisa dari Tank2 Division Prancis diperintahkan oleh De Gaulle utk menembus isolasi Jerman…tapi perintah De Gaulle tdk pernah dilaksanakan oleh Jendral Weygand…bingung kali…mau darimana?? Yg ada mereka hanya melakukan passive defense, dan tank-nya dipendam di tanah.
 
11) 14 Juni pemerintahan Prancis goyah, Jendral De Gaulle ngungsi ke Inggris, Reynaud mengundurkan diri sbg PM dan gantinya Marshall Henri Petain dimana tgl 17 Juni dia minta gencatan senjata, pd tgl tsb pula Jerman melakukan parade militer di Paris dan menyebarkan pamflet2 “Wir sind keine Barbaren”… We are not barbarian dan ini dilakukan dgn patuh & disiplin oleh serdadu2 Jerman, senyum dong ke orang2 Prancis…no looting..no violance to Frankish.
 
12) 17 Juni (sebelum Petain minta armistice), Army Group C yg selama ini hanya dipajang di Siegfried Line mulai diperintahkan menyerang posisi2 tertentu di Maginot Line yg terkepung depan belakang dimana Panzer Corps-nya Guderian telah sampai di Pontarlier tgl 10 Juni sebelumnya. Serdadu2 Jerman heran…ternyata benteng2 super mahal & impregnable tsb sgt mudah ditembus hanya oleh Infantry Division dgn Assault Gun-nya yaitu Sturmgeschutz III Ausf.B. Ternyata cukup dgn granat & flame-thrower, benteng2 tsb mudah ditembus…mungkin krn moral pasukan Prancis yg sudah jatuh.
 
14) Melihat ada kesempatan, 20 Juni (sebelumnya tgl 10 juni mendeklarasi perang thd Prancis) Musollini tanpa omong2 dulu dgn Hitler mengirim 36 Division-nya utk menyerang Prancis melewati pegunungan Alpen, hasilnya sgt memalukan krn gagal dimana hanya ditahan oleh 6 Division Prancis, dan tidak diteruskan.
 
15) Atas permintaan Petain, Hitler minta satu syarat…penandatan ganan menyerahnya Prancis pd Jerman harus dilakukan pd tempat yg sama saat Jerman minta gencatan senjata utk mengakhiri WW1 pd tgl 18 November 1918, yaitu di hutan Compiegne dgn gerbong kereta yg sama, dimana gerbong kereta tsb harus dikeluarkan oleh Prancis dari museum nasionalnya. ..bener2 bales dendem die…cekcekcek. ..
 
16) Setelah tandatangan utk menyerah, Hitler membiarkan Petain membuat pemerintahan Vichy France di Selatan Prancis, yg tetap menguasai daerah2 koloni mereka di Afrika, Asia & Pasifik, bertikut dgn kekuatan laut mereka yg ada disana.
 
17) 23 Juni 1940, si Führer Adolf Hitler jalan2 di Paris…cuci mata nonton Cabaret….hehehe, salah satu tempat yg dikunjunginya adalah makam Napoleon Bonaparte.
 
HEIL HITLER !!
Cuma satu yg bikin gw heran, kenapa Dunkirk dilepas yah?? Kalo diterusin sampai Dunkirk, Perancis bakal tinggal ampas tuh……………………………………..

2 Comments »

  1. Infonya Bagus!!!
    Tapi bahasanya yg bagus donk, ntar cuma dikira cerita burung aza, dan sumbernya mana dunk, pren!
    Piece!

    Comment by katro — July 24, 2008 @ 2:06 pm | Reply

  2. Kebetulan ini hasil copas dari hasil tulisan Pak Dely yang dirangkum dari tulisan beliau di milis Reenactor Indonesia.. Terima kasih atas sarannya, nanti saya akan usahakan untuk merapikan..

    Comment by buoneparte — July 25, 2008 @ 3:00 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.