Tuhan, Idul Fitri sudah tiba. 30 hari hamba berpuasa, tapi mengapa Idul Fitri kali ini terasa sangat hambar di hati.
Tidak ada perasaan antusias menyambut hari Kemenangan, tidak ada perasaan takut tidak akan bertemu Idul Fitri tahun depan, hambar sekali Tuhan. Apakah ini pertanda hamba semakin jauh dari-Mu???
Entah mengapa, tahun ini hamba hanya menjalankan Puasa seolah itu hanyalah rutinitas tahunan saja, bahkan hamba tidak pernah sekalipun membaca Kitab Suci-Mu. Apakah ini pertanda hamba sudah kehilangan Hidayah-Mu Tuhan??
Setelah selesai sholat Ied, hamba merenung, di tengah-tengah khutbah, hamba teringat betapa rugi nya hamba tahun ini. Sering disaat hamba terjepit, terhimpit oleh kesusahan, hamba menyalahkan Engkau. Hamba merasa Engkau meninggalkan umat-Mu ini. Semakin hina rasa nya hamba di hadapan-Mu Tuhan.
Pada saat hamba bergelimang harta, dilimpahkan rizky yang meruah, hamba bahkan jarang ingat nama-Mu. Begitu gampang rasanya membelanjakan untuk yang maksiat, untuk hal-hal yang tidak berguna, tapi begitu berat hamba mengulurkan tangan untuk yang fakir. Rendah sekali hamba ini.
Pernah suatu malam, hamba merasakan kenikmatan menjalankan sholat. Dekat sekali hamba dengan-Mu Tuhan. Hangat sekali jiwa ini, lancar sekali hamba mencurahkan keluh kesah hamba, memunajatkan doa hamba, ingin rasanya hamba merasakan kenikmatan itu setiap kali hamba sholat.
Manusia memang penuh dengan dosa dan ditakdirkan untuk berbuat kesalahan, tapi Tuhan, buatlah hamba ini umat-Mu yang langsung sadar dan bertobat setiap hamba melanggar perintah-Mu. Janganlah Engkau singkirkan hamba dari sisi-Mu, meski hamba hanyalah umat-Mu yang hina. Belai jiwa ini Tuhan. Cerahkan hati ini, bukakan pandangan hamba.
Tuhan, tidak adil rasanya hamba-Mu ini selalu meminta dan selalu meminta, sedangkan hamba selalu menunda-nunda kewajiban hamba. Tapi Tuhan, kepada siapa hamba harus meminta? Kepada siapa hamba harus memohon Tuhan?
Hanya Engkau yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan segala doa.
Tuhan, hamba dengan segala kerendahan hati, dengan segala kehinaan hamba, hamba bersimpuh di hadapan-Mu. Janganlah Engkau biarkan hamba semakin jauh dari sisi-Mu. Jagalah hamba, keluarga hamba, berilah hamba selalu petunjuk-Mu. Ringankanlah hati dan jiwa ini untuk beribadah lebih banyak kepada-Mu Tuhan. Ikhlaskan hati ini untuk lebih banyak beramal di jalan-Mu Tuhan. Hamba memang tidak sempurna, tapi Tuhan, jadikanlah hamba ini umat-Mu yang lebih baik, lebih bertakwa kepada-Mu, lebih takut kepada-Mu, bukakan hati ini Tuhan. Ringankan jiwa ini untuk lebih sering membaca ayat-ayat-Mu. Hamba memohon, ampunilah dosa-dosa hamba, dosa-dosa orang tua hamba, adik-adik dan kakak hamba. Bimbinglah kami semua Tuhan, jagalah kami semua.
yah abis ini maen ke Pangjay lagi hehehehe
Comment by jelemagelo — October 6, 2008 @ 3:28 pm |
lah, gmn sih… doa nya jelek nih :p
lagian pangeran PangJay nya skrg udah “sombong”, hehehehehehe
Comment by buoneparte — October 7, 2008 @ 11:52 am |