Banyak teman yang tanya, enak gak sih pake sarung tangan kiper yg ada finger-save nya?
Fingersave merupakan salah satu teknologi tambahan atau feature tambahan dari sarung tangan modern. Bisa dibilang Adidas adalah pelopor penggunaan fitur ini. Fingersave (FS) adalah penambahan tulang pada ruas-ruas jari tangan di sarung tangan kiper kecuali jempol. Fitur ini fungsi utamanya untuk mengurangi resiko cedera kiper pada saat kontak dengan bola. Karena sangat sering, posisi jari “kurang pas” pada saat menepis atau menangkap bola sehingga mengakibatkan sendi-sendi jari memar atau terkilir akibat benturan dengan bola.
Tidak lama, fitur ini diadopsi oleh merk2 lain dengan nama yang berbeda. Nike menggunakan istilah SPYNE, Reusch dengan ORTHOTECH, Puma dengan Finger Protection begitu juga dengan Mitre.
Memang tidak semua produsen sarung tangan mengadopsi fitur ini. Bahkan banyak merk yg masih setia dengan produk sarung tangan non-FS. Beberapa produsen bahkan memberikan opsi FS removable alias bisa dibongkar pasang.
Kenapa?
Karena tidak semua kiper nyaman dengan adanya fitur FS ini. Buat kiper-kiper “old school”, penggunaan FS justru membuat “feel” mereka dengan bola berkurang. Selain itu, tingkat fleksibiltas FS tiap merk berbeda. Nike Spyne dan Reusch OT, tingkat kelenturan FS nya jauh berbeda. Reusch cenderung lebih kaku dan keras sehingga buat kiper yang baru mencoba memakainya akan kesulitan pd saat berinteraksi dengan bola.
Sebaliknya, Nike Spyne justru lebih lembut. Seolah2 tidak ada FS nya. Tapi di satu sisi, akan menjadi bumerang karena FS yg terlalu lembut tidak efektif untuk melindungi jari. Buat apa pake FS kalau ternyata resiko cedera jari hanya berkurang 2-3 % saja? Mungkin kira2 spt itu.
Sebenarnya, penting tidak nya penggunaan FS dalam sarung tangan kembali ke si kiper pengguna. Ya, jarang sekali kiper Pro yang mau memakai sarung tangan dengan FS. Dan kalaupun seri yg dia pakai ada FS nya, biasanya itu removable. Itu bisa dilihat dari cara si kiper mengepal tangannya, apakah dia menggunakan FS atau tidak.
Untuk sarung tangan yang menggunakan FS, akan sangat sulit buat si kiper untuk mengepal dengan sempurna. Ini juga menjadi minus karena mengurangi “daya pukul” si kiper pada saat meninju bola.
Ada salah satu solusi lagi dari produsen sarung tangan untuk mensubstitute penggunaan FS, yaitu dengan memberikan latex/bantalan yg tebal pada backhand sarung tangan. Dengan begitu, diharapkan jari-jari lebih terlindungi dibanding model konvensional dan power pada saat meninju bola bisa ditingkatkan.
Sekali lagi, FS atau non-FS tergantung ke pengguna nya. Kalau memang lebih nyaman dengan non-FS silahkan saja. Biar bagaimanapun, bek tidak perduli kipernya pake FS atau non-FS, yg penting gawang enggak kebobolan, hehehehehe…