Beliau merupakan salah satu jagoan Perang Dunia ke-II. Contoh seorang nasionalis sejati yang bertempur dengan gagah berani untuk negara nya. Tulisan ini gw copas dari sebuah forum.
(1916-1982)
Rudel masuk Luftwaffe (AU Jerman) pada tahun 1936, dan mendapatkan pelatihan sebagai pilot pemantau (reconnaissance observer pilot).
Ketika pecah Perang Dunia II (september 1939), Jerman menyerang Polandia dan Rudel ditugaskan menjalani misi2 recon disana dengan pangkat letnan. disini dia dianugrahi medali Iron Cross kelas 2.
Setelah ditolak beberapa kali Rudel lalu diterima untuk mengikuti pelatihan dive-bomber (pembom tukik) dan menggunakan pesawat legendaris Ju-87 Stuka (Sturzkampfflugzeug). pesawat dgn bentuk yg aneh namun ditakuti karena akurasinya dan efek teror yg ditimbulkan dari bunyi sirene yg dipasang di bawah hidung pesawat ketika pesawat sedang menukik hendak membom sasaran. bunyi sirene ini menambah efek teror bagi musuh2 yg berada dibawahnya.
Setelah selesai pelatihan, ia ditugaskan di 1st Staffel (1st Squadron) of Stukageschwader 2 (Dive-Bomber Group 2) dan ikut didalam penyerangan ke Prancis, Inggris dan pulau Kreta walaupun dalam tugas2 yg tidak melibatkan pertempuran.
Ketika Jerman hendak menyerang Russia (Operation Barbarossa), Rudel dipindahkan ke front timur dan melakukan misi tempurnya yg pertama pada tgl 23 Juni 1941. Selama 18 jam ia menjalankan 4 buah misi tempur. Dan pada 18 Juli 1941 ia dianugrahi medali Iron Cross kelas 1.
Pada 23 September 1941, Rudel menenggelamkan kapal perang (Battleship) Soviet “Marat” di pelabuhan Kronstadt (Leningrad).
Sampai akhir Desember 1941 Rudel telah terbang dalam 400+ misi dan telah dianugrahi Front Flight Clasps in Gold, German Cross in Gold dan Luftwaffe Honor Goblet for special performances in the air war. Dia lalu dikirim kembali ke Jerman untuk mengajar pilot2 Stuka yg baru.
Bulan Juni 1942 ia kembali ke Front Timur atas permintaannya sendiri, dan pada bulan September mendapat tugas sebagai komandan 1st Staffel of Stukageschwader 2 (1StG2).
Pada tgl 10 Februari 1943 Rudel menjadi pilot pertama yg telah melaksanakan 1000 misi penerbangan dan diangkat menjadi pahlawan nasional Jerman.
Rudel lalu ditugaskan pada unit khusus “Panzerjagdkommando Weiss” yg dibentuk di Briansk untuk men-test varian baru dari pesawat Stuka yaitu Ju-87 D-3 (Pesawat Stuka yg telah dimodifikasi dan dipersenjatai dgn 2 kanon Rheinmetall-Borsig 37mm (BK) Flak 18 yg dipasang dibawah kedua sayap, dgn masing2 kanon diisi 6 buah peluru).
Bulan Maret 1943 unit khusus ini terlibat dalam pertempuran tank di daerah Belgorod dimana Rudel berhasil menghancurkan tank pertamanya dgn menggunakan varian baru Stuka tersebut.
Pesawat Ju-87 D-3 ini kemudian diubah untuk menjadi “pembunuh tank” dan dinamakan Ju-87 G-1 (dijuluki Panzerknacker – Tank Buster atau Kanonenvogel – Cannon Bird).
Rudel and Stuka
14 April 1943, Rudel dianugrahi Oak Leaves of the Knight Cross. Ia ditugaskan untuk mensupport divisi ketiga Panser SS “Totenkopf”. Pada hari pertama Operasi Citadel, Rudel menghancurkan 4 buah tank Russia yg kemudian ditambah lagi dgn menghancurkan total 12 tank pada hari yg sama. Ikut serta dalam pertempuran tank terbesar dalam sejarah “Battle of Kursk” dan sampai pertengahan Oktober telah menghancurkan lebih dari 100 tank Russia.
Karena kesuksesannya, dibentuklah squadron penghancur tank (Panzerstaffels) dan dikembangkan taktik2 baru untuk menghancurkan tank. 25 Oktober 1943 Rudel menerima Swords of the Knight Cross with Oak Leaves. Sampai awal Maret 1944 dia telah menyelesaikan 1500 misi, menghancurkan 200+ tank dan dipromosikan menjadi Mayor.
Dalam salah satu misi di bulan yg sama, formasi Rudel diserang oleh satu squadron pesawat tempur Soviet Lavochkin La-5. salah satu pesawat Stuka jatuh tertembak musuh namun crewnya selamat.
Rudel memutuskan untuk menolong crew yg jatuh tersebut (bukan untuk pertama kalinya Rudel melakukan hal ini – mendarat di belakang garis musuh untuk menolong rekannya yg jatuh tertembak). Namun setelah mendarat ternyata pesawatnya tidak dapat take-off kembali karena medan yg terlalu berlumpur dan bersalju.
Rudel dan ketiga pilot lainnya terpaksa harus melarikan diri dgn berlari ke arah garis depan pasukan Jerman. Namun hal ini berarti mereka harus melewati sungai Dniestr dan berenang melewati 600m air sungai yg dingin dan membeku.
Teman dekat (ikut dalam 1400+ misi) sekaligus penembak belakang Rudel, Erwin Henstchel tenggelam ketika menyebrangi sungai tersebut. Kedua pilot yg lain jg mati kedinginan. Hanya Rudel satu2nya yg selamat menyebrangi sungai itu.
Dikejar2 oleh pasukan Russia yg sangat menginginkan Rudel (Stalin menghadiahi 100,000 rubel untuk kepalanya) Ia harus berlari sejauh 50km melintasi wilayah musuh dgn stengah telanjang, tanpa alas kaki, bahu tertembak dan tanpa kompas maupun senjata. Sampai akhirnya ia dpt sampai ke garis depan pasukan Jerman dan diselamatkan.
Sketsa jalur pelarian Rudel
1) Mendaratkan pesawat di wilayah musuh
2) Berenang melewati sungai
3) Tertangkap dan melarikan diri (tertembak di bahu)
4) Hampir tertangkap lagi
5) Istirahat sebentar di sebuah desa dan mencari sesuatu untuk dimakan
6) Bertemu pengungsi Romania
7) Selamat sampai ke batas garis depan pasukan Jerman
Sampai dgn bulan Agustus 1944 Rudel telah melaksanakan 2000 misi tempur dan menghancurkan 300 buah tank.
Pada bulan November 1944, ketika terbang di dekat Budapest Rudel tertembak di bagian paha, namun beberapa hari kemudian tetap bertugas dgn dibalut plester/gips.
Oleh Hitler, Pada tgl 1 Januari 1945, Hans-Ulrich Rudel dianugrahi penghargaan tertinggi Jerman di bidang militer :
Knight Cross with Golden Oak Leaves, Swords and Diamonds
(Ia menjadi satu2nya orang yg mendapat penghargaan tersebut)
Pilot-Observer Badge with Diamonds, Air to Ground Support Squadron Clasps in Gold with Diamonds and “2000″ Pendant, German Cross in Gold dan Knight Cross with Golden Oak Leaves, Swords and Diamonds.
Bulan Februari 1945, Rudel tertembak senjata anti pesawat udara di dekat Frankfurt am der Oder dan mendapat luka serius di kaki kanannya. Dia berhasil mendarat darurat di wilayah yg aman dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Luka yg cukup serius itu ternyata mengharuskan kaki kanannya untuk diamputasi mulai dari lutut kebawah.
Dengan mengindahkan larangan untuk terbang yg diperintahkan kembali kepadanya, Rudel kembali ke Squadron tempurnya dgn kaki yg belum sembuh dan menggunakan kaki palsu. Skor2 yg dihasilkan olehnya tidak dicatat atas nama dia namun diberikan kepada squadron tempurnya agar tidak ketahuan bahwa ia masih tetap terbang. Bahkan dgn menggunakan kaki palsu pun Rudel berhasil menghancurkan 26 tank.
Pada hari2 terakhir perang, Hans-Ulrich Rudel berpangkat Kolonel dan menjadi Komandan close assault / support Stuka group – Schlachtgeschwader 2 “Immelmann”. Ia sempat terbang dgn pesawat Fw 190/190 D-9 dan menembak jatuh 6 pesawat musuh. Ia sempat hendak melakukan misi bunuh diri dan hendak terbang menuju Berlin untuk menyelamatkan Hitler pada Mei 1945 (keduanya tidak jadi dilaksanakan setelah dibujuk oleh atasannya).
Setelah Jerman menyerah kalah (8 Mei 1945) Rudel dgn 3 buah Ju 87 dan 4 buah Fw 190 berniat menyerahkan diri pada Amerika Serikat demi menghindari tertangkap oleh pasukan Russia (mayoritas pasukan Jerman pada akhir perang memilih untuk ditangkap oleh pasukan sekutu daripada oleh pasukan Russia karena mereka tau pilihannya hanya 2 apabila tertangkap oleh pihak Russia, yaitu dibunuh atau masuk kamp kerja paksa di Siberia).
Rudel menyerahkan diri pada pihak Amerika dgn merusakkan pesawatnya (crash landing) agar pesawat2 tersebut tidak dapat dipakai lagi oleh pihak sekutu.
Rudel dibawa ke Inggris untuk diinterogasi kemudian ke Prancis, dan kembali ke rumah sakit di Bavaria.
Tahun 1948 ia pergi ke Argentina, menjalin hubungan dgn orang2 NAZI yg banyak melarikan diri kesana setelah PD2 berakhir dan menulis 2 buah buku dimana terlihat bahwa dia sangat mendukung partai NAZI.
Bahkan dgn menggunakan kaki palsu, Rudel telah berhasil menaklukkan puncak Aconcagua (6,959m) dan 3 kali mendaki gunung vulkanik tertinggi Llullay-Yacu di Andes. Bahkan Rudel jg ternyata memberi masukan pada pengembangan pesawat Amerika A-10 Thunderbolt “Warthog”.Dalam rentang karirnya di Luftwaffe, Hans-Ulrich Rudel telah terbang dalam 2,530 misi tempur, ditembak jatuh sebanyak 32 kali (sebagian besar di belakang garis musuh), 5 kali terluka (1 cukup parah, 1 harus diamputasi), menyelamatkan 6 pilot/crew dari wilayah musuh dan menghancurkan :
Hans-Ulrich Rudel meninggal di Rosenheim Jerman pada tahun 1982 dan dikuburkan di Dornhausen.
150+ artileri dan anti pesawat udara
800+ berbagai macam kendaraan bermotor
1 kapal perang (battleship)
2 kapal penjelajah (cruiser)
1 kapal perusak (destroyer)
70 kapal pengangkut (landing craft)
7+ pesawat tempur (Lavochkin La dan Il-2 Sturmovik)
ratusan bunker, jembatan , jalur kereta dsb…
Rudel’s Quote :
“Verloren ist nur, wer sich selbst aufgibt!”
“Lost are only those, who abandon themselves!”




