Buoneparte’s Weblog

November 4, 2008

Hans-Ulrich Rudel

Filed under: Sejarah / History — buoneparte @ 11:40 am

Beliau merupakan salah satu jagoan Perang Dunia ke-II. Contoh seorang nasionalis sejati yang bertempur dengan gagah berani untuk negara nya. Tulisan ini gw copas dari sebuah forum.

HANS-ULRICH RUDEL
(1916-1982)

 

 

rudel

 

 

 

Rudel masuk Luftwaffe (AU Jerman) pada tahun 1936, dan mendapatkan pelatihan sebagai pilot pemantau (reconnaissance observer pilot).
Ketika pecah Perang Dunia II (september 1939), Jerman menyerang Polandia dan Rudel ditugaskan menjalani misi2 recon disana dengan pangkat letnan. disini dia dianugrahi medali Iron Cross kelas 2.
Setelah ditolak beberapa kali Rudel lalu diterima untuk mengikuti pelatihan dive-bomber (pembom tukik) dan menggunakan pesawat legendaris Ju-87 Stuka (Sturzkampfflugzeug). pesawat dgn bentuk yg aneh namun ditakuti karena akurasinya dan efek teror yg ditimbulkan dari bunyi sirene yg dipasang di bawah hidung pesawat ketika pesawat sedang menukik hendak membom sasaran. bunyi sirene ini menambah efek teror bagi musuh2 yg berada dibawahnya.

 

 

  
)

Ini stuka buatan gw nih :)

 Setelah selesai pelatihan, ia ditugaskan di 1st Staffel (1st Squadron) of Stukageschwader 2 (Dive-Bomber Group 2) dan ikut didalam penyerangan ke Prancis, Inggris dan pulau Kreta walaupun dalam tugas2 yg tidak melibatkan pertempuran.
Ketika Jerman hendak menyerang Russia (Operation Barbarossa), Rudel dipindahkan ke front timur dan melakukan misi tempurnya yg pertama pada tgl 23 Juni 1941. Selama 18 jam ia menjalankan 4 buah misi tempur. Dan pada 18 Juli 1941 ia dianugrahi medali Iron Cross kelas 1.
Pada 23 September 1941, Rudel menenggelamkan kapal perang (Battleship) Soviet “Marat” di pelabuhan Kronstadt (Leningrad).
Sampai akhir Desember 1941 Rudel telah terbang dalam 400+ misi dan telah dianugrahi Front Flight Clasps in Gold, German Cross in Gold dan Luftwaffe Honor Goblet for special performances in the air war. Dia lalu dikirim kembali ke Jerman untuk mengajar pilot2 Stuka yg baru.

Dan pada Januari 1942 ia dianugrahi medali yg didambakan oleh semua tentara Jerman pada PD2.. Knight Cross of the Iron Cross.
Bulan Juni 1942 ia kembali ke Front Timur atas permintaannya sendiri, dan pada bulan September mendapat tugas sebagai komandan 1st Staffel of Stukageschwader 2 (1StG2).
Pada tgl 10 Februari 1943 Rudel menjadi pilot pertama yg telah melaksanakan 1000 misi penerbangan dan diangkat menjadi pahlawan nasional Jerman.
Rudel lalu ditugaskan pada unit khusus “Panzerjagdkommando Weiss” yg dibentuk di Briansk untuk men-test varian baru dari pesawat Stuka yaitu Ju-87 D-3 (Pesawat Stuka yg telah dimodifikasi dan dipersenjatai dgn 2 kanon Rheinmetall-Borsig 37mm (BK) Flak 18 yg dipasang dibawah kedua sayap, dgn masing2 kanon diisi 6 buah peluru).

 

 

stuka-1

 

 

prototipe dari varian ini kemudian digunakan untuk menyerang kapal2 pendarat Soviet di Laut Hitam. Dalam jangka waktu 3 minggu, Rudel telah berhasil menghancurkan 70 buah kapal Soviet.
Bulan Maret 1943 unit khusus ini terlibat dalam pertempuran tank di daerah Belgorod dimana Rudel berhasil menghancurkan tank pertamanya dgn menggunakan varian baru Stuka tersebut.
Pesawat Ju-87 D-3 ini kemudian diubah untuk menjadi “pembunuh tank” dan dinamakan Ju-87 G-1 (dijuluki Panzerknacker – Tank Buster atau Kanonenvogel – Cannon Bird).

Rudel and Stuka

14 April 1943, Rudel dianugrahi Oak Leaves of the Knight Cross. Ia ditugaskan untuk mensupport divisi ketiga Panser SS “Totenkopf”. Pada hari pertama Operasi Citadel, Rudel menghancurkan 4 buah tank Russia yg kemudian ditambah lagi dgn menghancurkan total 12 tank pada hari yg sama. Ikut serta dalam pertempuran tank terbesar dalam sejarah “Battle of Kursk” dan sampai pertengahan Oktober telah menghancurkan lebih dari 100 tank Russia.
Karena kesuksesannya, dibentuklah squadron penghancur tank (Panzerstaffels) dan dikembangkan taktik2 baru untuk menghancurkan tank.
 25 Oktober 1943 Rudel menerima Swords of the Knight Cross with Oak Leaves. Sampai awal Maret 1944 dia telah menyelesaikan 1500 misi, menghancurkan 200+ tank dan dipromosikan menjadi Mayor.

Dalam salah satu misi di bulan yg sama, formasi Rudel diserang oleh satu squadron pesawat tempur Soviet Lavochkin La-5. salah satu pesawat Stuka jatuh tertembak musuh namun crewnya selamat.
Rudel memutuskan untuk menolong crew yg jatuh tersebut (bukan untuk pertama kalinya Rudel melakukan hal ini – mendarat di belakang garis musuh untuk menolong rekannya yg jatuh tertembak). Namun setelah mendarat ternyata pesawatnya tidak dapat take-off kembali karena medan yg terlalu berlumpur dan bersalju.
Rudel dan ketiga pilot lainnya terpaksa harus melarikan diri dgn berlari ke arah garis depan pasukan Jerman. Namun hal ini berarti mereka harus melewati sungai Dniestr dan berenang melewati 600m air sungai yg dingin dan membeku.
Teman dekat (ikut dalam 1400+ misi) sekaligus penembak belakang Rudel, Erwin Henstchel tenggelam ketika menyebrangi sungai tersebut. Kedua pilot yg lain jg mati kedinginan. Hanya Rudel satu2nya yg selamat menyebrangi sungai itu.
Dikejar2 oleh pasukan Russia yg sangat menginginkan Rudel (Stalin menghadiahi 100,000 rubel untuk kepalanya) Ia harus berlari sejauh 50km melintasi wilayah musuh dgn stengah telanjang, tanpa alas kaki, bahu tertembak dan tanpa kompas maupun senjata. Sampai akhirnya ia dpt sampai ke garis depan pasukan Jerman dan diselamatkan.

 

 

peta

Peta pelarian Rudel

 Sketsa jalur pelarian Rudel
1) Mendaratkan pesawat di wilayah musuh
2) Berenang melewati sungai
3) Tertangkap dan melarikan diri (tertembak di bahu)
4) Hampir tertangkap lagi
5) Istirahat sebentar di sebuah desa dan mencari sesuatu untuk dimakan
6) Bertemu pengungsi Romania
7) Selamat sampai ke batas garis depan pasukan Jerman

 

 

Atas keberaniannya, pada 29 Maret 1944 Rudel dianugrahi Diamond of the Knight Cross with Oak Leaves and Swords.
Sampai dgn bulan Agustus 1944 Rudel telah melaksanakan 2000 misi tempur dan menghancurkan 300 buah tank.
Pada bulan November 1944, ketika terbang di dekat Budapest Rudel tertembak di bagian paha, namun beberapa hari kemudian tetap bertugas dgn dibalut plester/gips.

 

 

 

Oleh Hitler, Pada tgl 1 Januari 1945, Hans-Ulrich Rudel dianugrahi penghargaan tertinggi Jerman di bidang militer :
Knight Cross with Golden Oak Leaves, Swords and Diamonds
(Ia menjadi satu2nya orang yg mendapat penghargaan tersebut)
 

 

 

 
Medali-medali yang diterima Rudel

Medali-medali yang diterima Rudel

 

Beberapa medali penghargaan Hans-Ulrich Rudel :
Pilot-Observer Badge with Diamonds, Air to Ground Support Squadron Clasps in Gold with Diamonds and “2000″ Pendant, German Cross in Gold dan Knight Cross with Golden Oak Leaves, Swords and Diamonds.

 

 

Setelah pemberian medali penghargaan, Hitler melarang Rudel untuk terbang dan melakukan misi2 tempur. Namun Rudel menolak akan menerima penghargaan tersebut apabila ia dilarang untuk kembali ke squadronnya. Hitler akhirnya mengalah..
Bulan Februari 1945, Rudel tertembak senjata anti pesawat udara di dekat Frankfurt am der Oder dan mendapat luka serius di kaki kanannya. Dia berhasil mendarat darurat di wilayah yg aman dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Luka yg cukup serius itu ternyata mengharuskan kaki kanannya untuk diamputasi mulai dari lutut kebawah.
Dengan mengindahkan larangan untuk terbang yg diperintahkan kembali kepadanya, Rudel kembali ke Squadron tempurnya dgn kaki yg belum sembuh dan menggunakan kaki palsu. Skor2 yg dihasilkan olehnya tidak dicatat atas nama dia namun diberikan kepada squadron tempurnya agar tidak ketahuan bahwa ia masih tetap terbang. Bahkan dgn menggunakan kaki palsu pun Rudel berhasil menghancurkan 26 tank.

 

 

 

Pada hari2 terakhir perang, Hans-Ulrich Rudel berpangkat Kolonel dan menjadi Komandan close assault / support Stuka group – Schlachtgeschwader 2 “Immelmann”. Ia sempat terbang dgn pesawat Fw 190/190 D-9 dan menembak jatuh 6 pesawat musuh. Ia sempat hendak melakukan misi bunuh diri dan hendak terbang menuju Berlin untuk menyelamatkan Hitler pada Mei 1945 (keduanya tidak jadi dilaksanakan setelah dibujuk oleh atasannya).

 

 

 

 

 

Setelah Jerman menyerah kalah (8 Mei 1945) Rudel dgn 3 buah Ju 87 dan 4 buah Fw 190 berniat menyerahkan diri pada Amerika Serikat demi menghindari tertangkap oleh pasukan Russia (mayoritas pasukan Jerman pada akhir perang memilih untuk ditangkap oleh pasukan sekutu daripada oleh pasukan Russia karena mereka tau pilihannya hanya 2 apabila tertangkap oleh pihak Russia, yaitu dibunuh atau masuk kamp kerja paksa di Siberia).
Rudel menyerahkan diri pada pihak Amerika dgn merusakkan pesawatnya (crash landing) agar pesawat2 tersebut tidak dapat dipakai lagi oleh pihak sekutu.
Rudel dibawa ke Inggris untuk diinterogasi kemudian ke Prancis, dan kembali ke rumah sakit di Bavaria.
Tahun 1948 ia pergi ke Argentina, menjalin hubungan dgn orang2 NAZI yg banyak melarikan diri kesana setelah PD2 berakhir dan menulis 2 buah buku dimana terlihat bahwa dia sangat mendukung partai NAZI.
Bahkan dgn menggunakan kaki palsu, Rudel telah berhasil menaklukkan puncak Aconcagua (6,959m) dan 3 kali mendaki gunung vulkanik tertinggi Llullay-Yacu di Andes. Bahkan Rudel jg ternyata memberi masukan pada pengembangan pesawat Amerika A-10 Thunderbolt “Warthog”.
Dalam rentang karirnya di Luftwaffe, Hans-Ulrich Rudel telah terbang dalam 2,530 misi tempur, ditembak jatuh sebanyak 32 kali (sebagian besar di belakang garis musuh), 5 kali terluka (1 cukup parah, 1 harus diamputasi), menyelamatkan 6 pilot/crew dari wilayah musuh dan menghancurkan :

 

 

Rudel kembali ke Jerman sekitar tahun 1953 dan meneruskan aktivitas politik dgn bergabung ke dalam German Reich Party (sebuah partai ultra konservatif yg dianggap berhubungan dgn kebangkitan neo-nazi).
Hans-Ulrich Rudel meninggal di Rosenheim Jerman pada tahun 1982 dan dikuburkan di Dornhausen.

 

 

 

 

 

 

 

519 tank
150+ artileri dan anti pesawat udara
800+ berbagai macam kendaraan bermotor
1 kapal perang (battleship)
2 kapal penjelajah (cruiser)
1 kapal perusak (destroyer)
70 kapal pengangkut (landing craft)
7+ pesawat tempur (Lavochkin La dan Il-2 Sturmovik)
ratusan bunker, jembatan , jalur kereta dsb…

 

 Rudel’s Quote :
“Verloren ist nur, wer sich selbst aufgibt!”
“Lost are only those, who abandon themselves!”

October 9, 2008

Hanjar SS Moslem Division

Filed under: Sejarah / History — buoneparte @ 9:14 am

Ini bukan hasil tulisan gw, tapi tulisan dari Pak Delly Soewandi. Dengan memohon ijin kepada Beliau, saya posting disini sebagai bagian dari pembelajaran sejarah, buat gw pribadi dan juga buat teman-teman penggila sejarah khususnya Perang Dunia ke II.

Tulisan ini sebenarnya panjang banget, tidak hanya membahas Hanjar SS Division, tapi juga kontinuitas antara perang dunia I dan II dan sanggahan beliau tentang perang agama di Balkan seperti yang digembar-gemborkan media selama ini. Tapi untuk bagian ini, gw ambil bagian Hanjar nya aja, untuk sisanya, setelah dapat restu dari empu nya, gw akan posting disini.

Selamat menikmati :)

13th SS Mountain (1st Croatian) Hanjar Division (Moslem Division)


Karena lidah eropa enggak bisa bilang Hanjar (pedang), maka jadi lebih terkenal Handschar.Mayoritas Yugo adalah Serbia, minoritas campuran Bosnia & Kroatia, ada yg Muslim ada Katolik. Yugo menganut paham Komunisme agamanya tetap Katolik.Konflik karena berbagai etnis jelas mengarah pada keinginan punya negara sendiri. Tapi ngga bisa nyangkal justru di bawah Josef Bros Tito, Yugo bisa bersatu tanpa peperangan etnis, terlebih agama yg justru selalu dipakai sebagai pembenaran pihak2 utk orang yg mau diadu sama domba!
Hanjar Division dibentuk Februari 1943 karena kebutuhan mendesak Jerman atas pergolakan di Balkan khususnya Bosnia (daerah2nya sulit krn pegunungan, makanya dijadikan Divisi Gunung). Divisi ini adalah pasukan gunung Anti Partisan Yugo pimpinan Tito yg beroperasi di daerah pegunungan. Strategi Partisan jelas Hit & Run, Gerilya, atau Shock & Awe. Jerman tidak sanggup ngelawannya, maka butuh divisi khusus.
Pd Feb 1943 direkrut 15.000 orang dan yg dicari Muslim, tahu sendirilah kenapa:
- Sikap permusuhan etnis tsb (Kroasia & Bosnia) terhadap Serbia dan sebaliknya, masing2 mau punya negara sendiri.
- “Musuh bersama” Yahudi yg cukup banyak di Balkan.Pembentukan divisi ini atas restu Amin Al-Husseini seorang Mufti Palestina dari Yerusalem.
Selesai training & on job training Feb 1944 (1 tahun karena mereka SS pasukan elit) tugas mereka langsung ke gunung Anti-Partisan, perang patroli yg melelahkan.
Kontak pertempuran besar pertama terjadi April 1944 di Maibaum lawan Divisi ke III Partisan Bosnia (bisa dibilang ini perang saudara), Hanjar menang, laporan perwira Jerman sekitar 1.000 Partisan tewas. Sesudah itu kembali perang patroli, sampai Juni 1944 di Lopare giliran kantong2 Hanjar yg diserang dan dikuasai oleh Partisan, korban Hanjar sekitar 200 tewas & 1.500 luka.
Karena kekalahan tsb banyak moral mereka yg jatuh, mereka ditatar ulang, bahasa kampungnya Re-Group dan akan di relokasi ke Zagreb (Kroasia). Kabar tsb makin membuat moral mereka jatuh & kabur dari tugas (desertir atau AWOL).
Karena keadaan Hanjar tsb, Himmler setuju utk membuat divisi kedua Balkan yaitu 23rd SS Mountain (2nd Croatian) Kama Division (Kama = tombak). Orang2 dari Hanjar banyak yg ditransfer ke Kama, tugasnya sama perang patroli. Dasar moral udah runtuh, Oktober 1944 Kama berontak yg akhirnya dilucuti & disukabumikan oleh Jerman karena ngga bisa dipercaya lagi.
Divisi Hanjar ditransfer ke Hongaria, dimana mereka berhadapan dgn Winter Offensive-nya Rusia, kabarnya mereka memperoleh reputasi yg baik menahan serangan2 Rusia yg super hebat & bergelombang. Hanjar tetap ada di Hongaria sampai Jerman menyerah tanpa syarat, 2 Mei 1945.
Presiden Bosnia sekarang; Alija Izetbegovic kabarnya dulu bertugas di Hanjar.
Total selama perang ada 3 Divisi SS di Balkan yaitu:
13th SS Mountain (1st Croatian) Hanjar Division
23rd SS Mountain (2nd Croatian) Kama Division
21st SS Mountain (Albanian) Skanderbeg

Pengamatan para analis militer setelah perang, 3 divisi ini tidak layak disebut sebagai pasukan elit atau bagian dari Waffen SS bila dibandingkan dgn Waffen SS yg lain, karena mutu mereka tidak terlalu baik & moral yg gampang jatuh.

Next Page »

Blog at WordPress.com.