Begini nih contoh “politisi kacangan”. Begitu kalah tuding kiri tuding kanan. Emang dipikir politik itu kayak main sinetron!!! Sama2 dunia sandiwara, cuma disini elo musti lebih pintar, GAK CUMA BACA SKENARIO !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! DASAR GOBLOK
Jakarta – Marissa Haque menuding Presiden SBY berada di balik kekalahannya dalam Pilkada Banten yang akhirnya merembet pada konflik di pengadilan. Marissa diwajibkan membayar Rp 500 juta karena telah mencemarkan nama baik Universitas Borobudur dengan menuding institusi pendidikan tersebut telah megeluarkan ijazah palsu untuk Ratu Atut.Andi justru keheranan dengan tudingan Marissa. Dia tidak melihat ada kaitan antara kekalahan Marissa dengan Presiden SBY sebagaimana ditudingkan Marissa.Biasa saja,” ujarnya santai.(sho/gah)
Tidak hanya sampai di situ, Marissa pada akhirnya menuding Presiden SBY yang berada di balik majunya Raut Atut pada Pilkada Banten. Padahal, menurut Marissa Ratut Atut tidak layak maju karena bermodal ijazah palsu.
Pihak Istana pun membantah tudingan tersebut.
“Kalau itu saya nggak melihat hubungannya. Semua warga negara berhak untuk ikut Pilkada. Selama syarat-syaratnya mencukupi dan diloloskan KPUD, semua bisa ikut,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2008).
Namun jika memang Marissa bertekad melakukan aksi demonstrasi di depan Istana seperti diungkapkannya, Andi mempersilakan saja. Seperti Pilkada, demo di depan Istana juga merupakan hak setiap warga negara asal dilakukan dengan cara-cara yang benar.
“Sehari tiga kali demo di depan Istana.
CAPE DEEEEEEEEEEEE……………………………………………………